Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 02 April 2017

Kisah Umar dan Anaknya Supaya Terhindar dari Syubhat


Dikisahkan, suatu hari Umar ra mendapatkan minyak dalam bejana yang besar dari Syam. Minyak itu lalu dibagikan kepada rakyatnya. Putra Umar yang masih kecil ada di tempat itu. Setiap kali minyak dalam satu bejana itu habis dibagikan, putra Umar memasukkan tanganya ke dalam bejana itu. Ia lalu mengusapkan tanganya yang basah dengan minyak ke rambutnya. 

Umar tidak suka melihat kebiasaan anaknya tersebut. Ia lalu berkata padanya, “Rupanya, kamu suka minyak kaum muslimin ?!”. Umar lalu menuntun anaknya menuju tukang cukur, kemudian rambut anaknya dicukur dengan rapi. Umar lalu berkata pada anaknya, “Anakku, itu lebih baik bagimu dari pada menggunakan minyak kaum muslimin untuk meminyaki rambutmu !”.

sumber : http://jombang.nu.or.id

Jumat, 11 November 2016

Anjuran Imam Syafi'i Untuk Merantau atau Berpergian



Imam Syafi’i berkata :  

"Pergilah (merantaulah) dengan penuh keyakinan, niscaya akan engkau temui 5 kegunaan, yaitu :

1.Ilmu Pengetahuan, 
2. Adab, pendapatan, 
3. menghilangkan kesedihan, 
4. mengagungkan jiwa, 
5. dan persahabatan.

sumber :
http://www.kangmuroi.net/2014/01/anjuran-imam-syafii-untuk-merantau.html
rieddouan.blogspot.com

Kiat Menggapai Sukses Dunia Akhirat



Kiatnya ialah :

1. Beribadah dengan benar dan istiqomah

2. Berakhlak baik

3. Belajar dan berlatih tiada henti

4. Bekerja keras dengan cerdas

5. Bersahaja dalam hidup

6. Bantu sesama

7. Bersihkan hati selalu

sumber:
Aagym apa adanya
http://love-is-rasa.blogspot.co.id/2015/10/dakwah-teknologi-download-ceramah-aagym-8.html

Berkhidmat Pada Anak




Pemimpin suatu kaum adalah yang berkhidmat pada kaumnya. Begitu pula sebagai pemimpin rumah tangga, harus berkhidmat kepada istri dan anak-anaknya.

Sebabnya dari mana anak mengetahui sopan santun jikalau orang tua tak memberi contoh.

Pertama,

"Khidmat yang pertama kepada keluarga adalah memberi contoh nyata yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan oleh anak-anak kita."

Kedua,

Komunikasi dari hati ke hati merupakan kekuatan yang akan mempengaruhi hati anak-anak.

Komunikasi tak selalu identik dengan kata-kata saja, merupakan keseluruhan sikap dan perilaku.

Ketiga,

Hindari sekuat tenaga kata-kata suruhan atau larangan, mulailah dengan dialog yang membuat anak mengerti apa yang harus dilakukannya dan apa yang harus dijauhinya dengan pemahaman yang benar.

Saya senang sekali jika anak-anak berkomunikasi dengan jujur walau berbuat kesalahan. Kesalahan adalah lumrah dan bisa diperbaiki, namun ketidak jujuran menjadi penutup jalan perbaikan

Keempat,

Seminggu sekali anak-anak diberi kesempatan untuk mengoreksi dan memberi masukan buat kedua orang tuanya.

Hal ini secara langsung membuat mereka merasa hadir dan bermanfaat bagi orang tuanya.

Kelima,

Saya tidak menghendaki anak-anak jadi seperti bapak atau ibunya, tetapi biar menjadi diri mereka sendiri dan lebih baik dari pada ibu dan bapaknya.

Keenam,

Yang terpenting mereka bisa taat kepada Allah, berakhlak mulia dan hidup bermanfaat bagi sebanyak-banyak makhluk Allah subhanahu wata'ala.

Tips :

"Mendahului minta maaf, minta saran dan nasihat adalah kunci keakraban."

sumber :

Aagym apa adanya
Kata Mutiara Aa Gym 2 Menggugah


Kamis, 10 November 2016

Catatan Tajwid



1 :

  • Membaca minimal 1/4 Juz
  • Memperhatikan kadar dengung sekedar 2 harokat dan dinikmati serta tidak terlalu lama dengungnya
  • Memperhatikan kadar dengung dengan sama dengungnya setiap bacaan yang dengung
  • Memperhatikan kadar panjang pendek dan sesuaikan menurut kadarnya
  • Memperhatikan huruf "ha (tipis)", hendaklah menimbulkan nafas
  • Memperhatikan huruf "'ain" hendaklah ditekan sehingga suara 'ainnya jelas
  • Memperhatikan huruf "Ha (tebal), hendaklah diucapkan dengan gagah dan tebal sehingga bisa dibedakan hurufnya dengan "ha (tipis)".
2 :

  • Huruf  "Ghain" sudah wajar
  • Memperhatikan bahwasanya ra terdiri dari ra tebal dan ra tipis, ra tebal bila ia berharakat fathah ataupun dhammah atau saat ra disukunkan dan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah, sedangkan ra tipis bila ia berharakat kasrah dan huruf sebelumnya berharakat kasrah.
  • Ra bisa dibaca tebal ataupun tipis jika sebelumnya hurufnya berharakat kasrah dan huruf setelahnya merupakan huruf isti'la
  • Lafadz jalalah ia akan dibaca tebal bila huruf sebelumnya adalah berharakat fathah ataupun dhammah sedangkan ia akan dibaca tipis apabila huruf sebelumnya adalah berharakat kasrah.
  • Huruf Lam, Nun, Ra. letaknya ujung lidah menyentuh langit-langit dan wajar adanya ketika diucapkan
  • Cara membaca diakhir surat apabila ia terdiri dari dua huruf yang kemudian menjadi sukun maka tunaikanlah hak-hak hurufnya
  • Cara membaca "wallah" hendaklah ujung lidah kelangit-langit dan bila tidak nanti akan terjadi kesalahan sehingga terbaca "wawwah".
  • Cara membaca walladhdhalliin ialah hanya dengan menunaikan haknya lam, dan ucapan otomatis akan naik
  • Cara membaca nun bertasydid maupun mim bertasydid bila ia di waqafkan maka tunaikanlah dengungnya.
3 :

  • Huruf mim dibaca secara wajar dan tidak berlebihan, huruf wawu dengan memoncongkan mulut kedepan dan huruf fa yakni dengan menyentuhkan ujung lidah bagian atas ke badan bibir bawah dan menimbulkan hams
  • Huruf  ba qalqalahnya terbaca be (seperti ucapan be dari kata besi)



13 Adab Seorang Murid Kepada Guru



1. Mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk

2. Sedikit bicara dihadapannya

3. Tidak berbicara jika tidak ditanya

4. Tidak bertanya sesuatu sebelum meminta izin kepada guru

5. Tidak menyanggah pendapat guru dengan pendapat si Fulan (orang lain) yang berbeda dengan pendapat gurunya

6. Tidak menyanggah pendapat guru yang berbeda dengan pendapatmu, dimana engakau mengira pendapatmu lebih benar daripada pendapat gurumu sehingga menjatuhkan martabatnya dan mengurangi keberkahan ilmumu.

7. Tidak bertanya kepada teman ketika berada di majelis guru, dan jangan tertawa ketika berbicara dengannya

8. Tidak menoleh kekiri dan ke kanan, tetapi duduk secara tenag sambil menundukkan pandangan seperti sedang shalat.

9. Tidak banyak bertanya kepada guru saat ia kelihatan jemu atau sedih

10. Apabila guru berdiri maka berdirilah untuk menghormatinya

11. Tidak mengikuti guru berbicara maupun bertanya kepadanya ketika ia berdiri dan pergi dari tempat mengajar

12. Tidak bertanya kepadanya di jalan, tetapi tunggulah sampai ia tiba di rumah atau di tempat duduknya

13. Tidak berburuk sangka terhadap perilaku guru yang secara lahiriah merupakan kemungkaran karena guru lebih mengetahui rahasia-rahasia perbuatannya

sumber :
maraqi al 'ubudiyyah oleh syekh nawawi al-bantani
https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2016/10/hukum-mencium-alquran-e1477666928837.jpg