Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 November 2016

Anjuran Imam Syafi'i Untuk Merantau atau Berpergian



Imam Syafi’i berkata :  

"Pergilah (merantaulah) dengan penuh keyakinan, niscaya akan engkau temui 5 kegunaan, yaitu :

1.Ilmu Pengetahuan, 
2. Adab, pendapatan, 
3. menghilangkan kesedihan, 
4. mengagungkan jiwa, 
5. dan persahabatan.

sumber :
http://www.kangmuroi.net/2014/01/anjuran-imam-syafii-untuk-merantau.html
rieddouan.blogspot.com

Kiat Menggapai Sukses Dunia Akhirat



Kiatnya ialah :

1. Beribadah dengan benar dan istiqomah

2. Berakhlak baik

3. Belajar dan berlatih tiada henti

4. Bekerja keras dengan cerdas

5. Bersahaja dalam hidup

6. Bantu sesama

7. Bersihkan hati selalu

sumber:
Aagym apa adanya
http://love-is-rasa.blogspot.co.id/2015/10/dakwah-teknologi-download-ceramah-aagym-8.html

Berkhidmat Pada Anak




Pemimpin suatu kaum adalah yang berkhidmat pada kaumnya. Begitu pula sebagai pemimpin rumah tangga, harus berkhidmat kepada istri dan anak-anaknya.

Sebabnya dari mana anak mengetahui sopan santun jikalau orang tua tak memberi contoh.

Pertama,

"Khidmat yang pertama kepada keluarga adalah memberi contoh nyata yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan oleh anak-anak kita."

Kedua,

Komunikasi dari hati ke hati merupakan kekuatan yang akan mempengaruhi hati anak-anak.

Komunikasi tak selalu identik dengan kata-kata saja, merupakan keseluruhan sikap dan perilaku.

Ketiga,

Hindari sekuat tenaga kata-kata suruhan atau larangan, mulailah dengan dialog yang membuat anak mengerti apa yang harus dilakukannya dan apa yang harus dijauhinya dengan pemahaman yang benar.

Saya senang sekali jika anak-anak berkomunikasi dengan jujur walau berbuat kesalahan. Kesalahan adalah lumrah dan bisa diperbaiki, namun ketidak jujuran menjadi penutup jalan perbaikan

Keempat,

Seminggu sekali anak-anak diberi kesempatan untuk mengoreksi dan memberi masukan buat kedua orang tuanya.

Hal ini secara langsung membuat mereka merasa hadir dan bermanfaat bagi orang tuanya.

Kelima,

Saya tidak menghendaki anak-anak jadi seperti bapak atau ibunya, tetapi biar menjadi diri mereka sendiri dan lebih baik dari pada ibu dan bapaknya.

Keenam,

Yang terpenting mereka bisa taat kepada Allah, berakhlak mulia dan hidup bermanfaat bagi sebanyak-banyak makhluk Allah subhanahu wata'ala.

Tips :

"Mendahului minta maaf, minta saran dan nasihat adalah kunci keakraban."

sumber :

Aagym apa adanya
Kata Mutiara Aa Gym 2 Menggugah


Kamis, 10 November 2016

Catatan Tajwid



1 :

  • Membaca minimal 1/4 Juz
  • Memperhatikan kadar dengung sekedar 2 harokat dan dinikmati serta tidak terlalu lama dengungnya
  • Memperhatikan kadar dengung dengan sama dengungnya setiap bacaan yang dengung
  • Memperhatikan kadar panjang pendek dan sesuaikan menurut kadarnya
  • Memperhatikan huruf "ha (tipis)", hendaklah menimbulkan nafas
  • Memperhatikan huruf "'ain" hendaklah ditekan sehingga suara 'ainnya jelas
  • Memperhatikan huruf "Ha (tebal), hendaklah diucapkan dengan gagah dan tebal sehingga bisa dibedakan hurufnya dengan "ha (tipis)".
2 :

  • Huruf  "Ghain" sudah wajar
  • Memperhatikan bahwasanya ra terdiri dari ra tebal dan ra tipis, ra tebal bila ia berharakat fathah ataupun dhammah atau saat ra disukunkan dan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah, sedangkan ra tipis bila ia berharakat kasrah dan huruf sebelumnya berharakat kasrah.
  • Ra bisa dibaca tebal ataupun tipis jika sebelumnya hurufnya berharakat kasrah dan huruf setelahnya merupakan huruf isti'la
  • Lafadz jalalah ia akan dibaca tebal bila huruf sebelumnya adalah berharakat fathah ataupun dhammah sedangkan ia akan dibaca tipis apabila huruf sebelumnya adalah berharakat kasrah.
  • Huruf Lam, Nun, Ra. letaknya ujung lidah menyentuh langit-langit dan wajar adanya ketika diucapkan
  • Cara membaca diakhir surat apabila ia terdiri dari dua huruf yang kemudian menjadi sukun maka tunaikanlah hak-hak hurufnya
  • Cara membaca "wallah" hendaklah ujung lidah kelangit-langit dan bila tidak nanti akan terjadi kesalahan sehingga terbaca "wawwah".
  • Cara membaca walladhdhalliin ialah hanya dengan menunaikan haknya lam, dan ucapan otomatis akan naik
  • Cara membaca nun bertasydid maupun mim bertasydid bila ia di waqafkan maka tunaikanlah dengungnya.
3 :

  • Huruf mim dibaca secara wajar dan tidak berlebihan, huruf wawu dengan memoncongkan mulut kedepan dan huruf fa yakni dengan menyentuhkan ujung lidah bagian atas ke badan bibir bawah dan menimbulkan hams
  • Huruf  ba qalqalahnya terbaca be (seperti ucapan be dari kata besi)



13 Adab Seorang Murid Kepada Guru



1. Mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk

2. Sedikit bicara dihadapannya

3. Tidak berbicara jika tidak ditanya

4. Tidak bertanya sesuatu sebelum meminta izin kepada guru

5. Tidak menyanggah pendapat guru dengan pendapat si Fulan (orang lain) yang berbeda dengan pendapat gurunya

6. Tidak menyanggah pendapat guru yang berbeda dengan pendapatmu, dimana engakau mengira pendapatmu lebih benar daripada pendapat gurumu sehingga menjatuhkan martabatnya dan mengurangi keberkahan ilmumu.

7. Tidak bertanya kepada teman ketika berada di majelis guru, dan jangan tertawa ketika berbicara dengannya

8. Tidak menoleh kekiri dan ke kanan, tetapi duduk secara tenag sambil menundukkan pandangan seperti sedang shalat.

9. Tidak banyak bertanya kepada guru saat ia kelihatan jemu atau sedih

10. Apabila guru berdiri maka berdirilah untuk menghormatinya

11. Tidak mengikuti guru berbicara maupun bertanya kepadanya ketika ia berdiri dan pergi dari tempat mengajar

12. Tidak bertanya kepadanya di jalan, tetapi tunggulah sampai ia tiba di rumah atau di tempat duduknya

13. Tidak berburuk sangka terhadap perilaku guru yang secara lahiriah merupakan kemungkaran karena guru lebih mengetahui rahasia-rahasia perbuatannya

sumber :
maraqi al 'ubudiyyah oleh syekh nawawi al-bantani
https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2016/10/hukum-mencium-alquran-e1477666928837.jpg

17 Adab adab Orang Alim




1. Bersabar atas pertanyaan murid

2. Tidak terburu-buru dalam segala urusan

3. Duduk dengan penuh wibawa

4. Tidak sombong kepada manusia

5. Mengutamakan tawadhu'

6. Bersikap serius dan tidak main-main atau bercanda

7. Menunjukkan kasih sayang kepada murid ketika mengajar mereka dan bersabar atas kekurangan mereka
dengan menunjukkan sikap dan perkataan yang baik

8. Membimbing murid yang kurang pandai dengan bimbingan yang baik

9. Tidak menyindir dan marah terhadao murid yang bodoh

10. Tidak sombong, tidak segan atau berkata "wallahu a'lam"

11. Memusatkan perhatian dan memahami pertanyaan sebelum menjawab

12. Menerima dalil atau argumen yang benar dan mendengarkannya secara seksama

13. Tunduk pada kebenaran dan mengakui kesalahan, walaupun kebenaran itu berasal dari orang yang lebih rendah derajatnya.

14. Melarang para murid untuk mempelajari ilmu yang membayakan dirinya dan dilarang agama seperti sihir, nujum, dan ramal

15. Melarang para murid untuk mengharap selain ridha Allah dengan ilmu-ilmu yang mereka pelajari

16.Mencegah murid dari menyibukkan diri dengan fardhu kifayah sebelum menyibukkan diri dengan fardhu 'ain.

17. Memperbaiki diri sendiri dengan ketakwaan sebelum menyuruh orang lain berbuat kebaikan dan melarang berbuat kejahatan

sumber : 
maraqi al 'ubudiyyah oleh syekh nawawi al-bantani
http://wahdah.or.id/wp-content/uploads/2015/04/alquran.jpg